MENGAPA KORUPSI SULIT DIBERANTAS DI INDONESIA

Pada artikel ini saya akan membicarakan mengenai korupsi di Indonesia, tepatnya mengenai mengapa korupsi sulit diberantas di Indonesia. Artikel ini dibuat demi memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen softskill mata kuliah aspek hukum dalam ekonomi.

Jika kita mendengar kata korupsi di Indonesia. Ini bukanlah menjadi sebuah hal yang WAH atau mengejutkan lagi, tetapi jika kita melihat kepada negara yang sudah maju maka korupsi adalah hal yang sangat mengerikan seperti sebuah penyakit yang sudah tidak ada obatnya lagi. Namun sebelum membahas lebih lanjut mengenai korupsi dan akar penyebabnya. Mari kita cek sudah tahukah anda mengenai definisi dari kata korupsi itu sendiri? Menurut penulis sendiri, Korupsi merupakan tindakan yang bersifat manipulatif yang dilakukan seseorang demi memperoleh keuntungan bagi dirinya atau kelompok yang menjadi sekutunya dalam bentuk segala tindakan yang memperkaya diri si pelaku, serta merugikan orang lain. Jadi dari definisi tersebut seorang koruptor (Pelaku korupsi) ini sangat berdosa karena dia melakukan hal yang menguntungkan dirinya dengan cara merugikan orang lain.

Sekarang jika kita membahas mengenai penyebab korupsi di Indonesia saya rasa tidak akan cukup, jika dibahas dalam satu artikel saja karena ini sangat kompleks dan menyangkut kejiwaan si koruptor itu sendiri jadi harus dilakukan riset terhadap psikologis si koruptor itu. Namun pada artikel ini akan saya bahas secara garis besar penyebab-penyebabnya.

Namun sebelumnya saya ingin menyampaikan sebuah hal terkait yaitu, jika kita ingin memberantas korupsi maka pertama kita harus memberantas dari yang kecil dulu seperti kolusi dan nepotisme, karena hal inilah yang membuat pelaku merasa melakukan korupsi adalah hal yang biasa. Alasannya cukup jelas, yaitu jika kita melakukan nepotisme maka sudah pasti dalam sebuah organisasi isinya adalah kerabat yang pastinya dapat diajak kerja sama, dan terjadilah kolusi. Lalu saat akan mengerjakan sebuah proyek besar dan diberi dana yang besar, manusia akan dihadapkan pada setumpuk uang didepan mata mereka, jika kita mampu melakukan nepotisme pastilah kita bukan orang dengan iman yang kuat, maka pastilah kita akan tergiur dengan setumpuk uang yang ada di depan mata kita dan terjadilah korupsi. Jadi itulah sebabnya untuk membunuh korupsi kita harus memberantas kolusi dan nepotisme terlebih dahulu.

          Sekarang kita akan membahas mengenai mengapa korupsi sulit diberantas di Indonesia? Sebagai penulis saya berpendapat bahwa korupsi menjadi tradisi turun temurun dengan kata lain, korupsi sudah seperti budaya di Indonesia yang diajarkan dari kakek buyutnya kepada cucunya dan cicitnya sampai pada keturunannya yang ada di era ini. Jadi budaya yang sudah tertanam ini sulit untuk dihapuskan. I think it’s very sad to know that coruption is a part of culture in Indonesia. Yah.. sangat menyedihkan namun inilah kondisi dari negara ini. Saya berpendapat jika korupsi ingin diberantas maka kita harus mendidik anak-anak yang masih kecil sejak mereka baru lahir dengan disiplin diri yang tinggi, karena tidak mungkin untuk merubah kepribadian orang-orang yang sudah tua atau dewasa, maka yang sudah gagal dan menjadi koruptor maka biarkan saja dia seperti itu dan cabut mereka dari posisinya. Seharusnya untuk memberantas korupsi sejak masih di taman kanak-kanak sudah diadakan pelajaran mengenai kedisiplinan terhadap tindakan dalam diri sendiri, yang mengajarkan tata krama dan ahklak serta budi pekerti yang baik sehingga nantinya akan tercipta orang-orang berkualitas yang mampu memajukan negara ini.

          Faktor penyebab korupsi sulit diberantas di Indonesia adalah struktur dari pemerintahan itu sendiri. Jika kita melihat secara internal dari struktur pemerintahan pasti ada kubu-kubu yang akan melakukan koalisi satu-sama lain yang akan menyongsong terjadinya kegiatan korupsi. Jadi menurut saya salah satu cara memberantas korupsi adalah melakukan restrukturisasi terhadap struktur pemerintahan di Indonesia. Karena sudah diketahui bahwa pada struktur pemerintahan ini sudah terjadi  korupsi secara besar-besaran tanpa rasa malu sedikit pun atau pun rasa bersalah. Jadi salah satu caranya adalah melakukan restrukturisasi sistem pemerintahan termasuk cara penentuan sistem kabinet yang baru agar tidak dapat terjadi kolusi, nepotisme, serta korupsi.

Penyebab dari sulitnya pemberantasan korupsi di Indonesia adalah karena Hukum di Indonesia yang belum tegas dalam menangani dan mengantisipasi korupsi. Jika kita melihat beberapa kasus di Indonesia mengenai korupsi yang dilakukan olej pejabat-pejabat pemerintahan. Hukuman yang mereka terima tidak setimpal dengan apa yang akan mereka peroleh setelah melakukan korupsi. Kabar angin mengatakan jika seorang pejabat melakukan korupsi maka yang berlaku adalah money politik biasanya yang ditangkap adalah anak buahnya sedangkan induknya dibiarkan berkeliaran dan beraksi lagi dikemudian hari. Jadi seharusnya hukum di Indonesia mengenai korupsi haruslah hukuman yang berat sehingga mereka yang akan melakukan korupsi akan berpikir ratusan bahkan ribuan kali sebelum melakukan korupsi tersebut. Seperti hukuman di negara asing yaitu hukuman mati jika melakukan pencurian apalagi korupsi. Jadi, menurut saya seharusnya pelaku korupsi harus dikenakan hukuman mati saja jika dia melakukan korupsi selain itu seluruh harta kekayaannya disita dan menjadi aset negara baik harta pribadi maupun harta korupsi. Bukankah jika hukumannya seperti ini makan korupsi akan lenyap dari indonesia? Saya rasa ini merupakan cara yang paling efektif dalam mengantisipasi terjadinya korupsi serta memberantas korupsi di Indonesia.

          Faktor lain penyebab korupsi sulit diberantas di Indonesia adalah faktor psikologis dari koruptor itu sendiri. Jika kita memahami kodrat manusia sebagai mahkluk yang serakah dan tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya bahkan setelah menjadi seseorang yang telah mencapai goalnya. Maka dia akan mencari goal yang baru. Hal ini memang baik karena akan memotivasi seseorang, namun terlalu tidak berpuas diri tidak baik karena akan muncul sifat serakah. Dimana manusia itu akan melakukan hal apa pun untuk memperoleh apa yang diinginkannya walau pun mereka tahu itu akan merugikan pihak lain. Jadi dapat dikatakan bahwa pembinaan terhadap kejiwaan seseorang sangat diperlukan agar tercipta pengendalian terhadap pikiran kita.

          Sekian artikel penulis kali ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pembaca. Penulis tidak bermaksud untuk menyinggung pihak yang merasa tersinggung. Tulisan ini dibuat semata sebagai aspirasi seorang mahasiswa dan pemenuhan terhadap tugas perkuliahan. Semoga Indonesia dapat lebih baik lagi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s