PPN ATAS HANDLING IMPORT DAN HANDLING EXPORT

PPN ATAS HANDLING IMPORT DAN HANDLING EXPORT

 

Pada Artikel kali ini penulis akan membahas sedikit mengenai PPN atas fee handling import export

 

  1. PPN atas Handling Import ( 539/KMK.04/1990 )

 

 1. Pengertian Handling Import (Impor Inden)

Import merupakan kegiatan memasukan hasil produksi luar negeri ke dalam negeri, Misalnya Amerika mengirim Appel USA ke Indonesia. Jadi bagaima dengan handling Import. Dalam melakukan Import Orang yang melakukan transakasi import terkadang tidak mau menggunakan nama mereka sendiri dalam mengimport melainkan mengandalkan pihak ke-3. Disini Orang yang “memiliki” Import akan disebut pihak ke-2 atau Indentor. Lalu Orang yang menjadi perantara menjadi Pihak ke-3 atau Importir yaitu Orang yang “Melakukan” Import. Sedangkan Pihak ke-1 dianggap “Exportir”.

Jadi seperti ini loh… Misalnya anda mau mengimport kain dari pengusahan China namun tidak punya nomor pajak, makanya anda butuh pihak ke-3 untuk membantu anda mengimport barang tersebut. Disini anda disebut sebagai Indentor, Lalu pengusaha China sebagai Exportir dan pihak ke-3 yang membanntu anda akan disebut sebagai Importir. Dalam pengimportan Kain tersebut dari China ke Indonesia pasti donk ada biaya-biayanya seperti Biaya LC(Letter of Credit), Bea masuk, PPN, Penumpukan, Trucking DLL. Akan ditanggung oleh Indentor alias kamu yang melakukan Import. Lalu Kamu sebagai Indentor akan membayar Fee atau Komisi kepada Indentor atas Jasa mereka.

 

So… dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  • Kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean
  • Yang dilakukan oleh importir untuk dan atas nama pemesan (indentor)
  • Segala biaya impor (biaya LC, Bea Masuk, Pajak, dll) menjadi beban indentor
  • Importir akan memperoleh komisi (handling fee) dari indentor atas jasa tersebut.
 
 
 

 

2. Mekanisme Pengenaan PPN atas Handling Import

 

Lalu Fee yang diperoleh Importir dari Indentor akan dikenai PPh pasal 2 ayat 3 besar tarifnya tergantung dari jenis transaksinya. Lalu dalam pengimportan akan ada pengenan PPN atas barang atau biaya Import. Bagaimana mekanisme pengenaan PPNnya?

Point-point yang harus diperhatikan adalah sbb:

 

  • Importir yang melakukan impor inden diwajibkan menambahkan kode “qq” diikuti nama, alamat, dan NPWP indentor dalam setiap lembar PIB (Pemberitahuan Impor Barang) dan SSP-nya. Misalnya Nama pihak ke-2 adalah Erlin century dan pihak ke-3 adalah Monalisa MKL maka dalam PIB(Pemberitahuan Import Barang disebut “Monalisa MKL QQ Erlin Century” nah penulisannya pun bukan hanya namanya tapi alamatnya dan NPWPnya juga harus dicantumkan.

 

  • Bank devisa, Ditjen Bea dan Cukai atau Kantor Pos Lalu Bea tempat memasukkan PIB wajib membubuhkan cap “Impor atas Dasar Inden” pada setiap lembar PIB yang bersangkutan.

 

  • Penyerahan Barang Kena Pajak oleh Importir kepada indentor (pemesan) bukan merupakan penyerahan barang yang terutang PPN.

 

  • Indentor (pemesan) berhak mengkreditkan PPN yang dibayar atas impor barang yang bersangkutan (PPN Impor). Kenapa? Karena diawal sudah saya jelaskan kalau PPN atas biaya DLL ditanggung Indentor Jadi yang berhak atas PPN itu Indentor donk, kan dia yang bayar… next J

 

  • Atas penyerahan jasa handling impor oleh importir kepada indentor terutang PPN sebesar 10% dari komisi yang dibayar atau yang seharusnya dibayar oleh indentor kepada importir. PPN tersebut merupakan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan oleh indentor.

 

  • Bila persyaratan pertama dan kedua tidak dipenuhi, maka impor tersebut harus diperlakukan sebagai impornya importir sendiri jadi kalau ngak ada “QQ-nya” itu barang yang diimport dianggap pemerintah milik Importir bukan Indentor jadi Importir yang harus bayar pajak. Jadi, importirlah yang berhak mengkreditkan PPN atas impor barang yang bersangkutan. Lalu saat Importir balikin barang yang diimport kepada Indentor(Pemilik barang yg sebenarnya) maka Barang tersebut akan dikenakan PPN lagi. PPN yang dikenakan kedua kali akan dibayar oleh Indentor dan menjadi hak Indentor, sehingga PPN kedua dapat dikreditkan Indentor. Menurut saya Ngak enak kan kalau Cuma karna kita gak nyantumin “QQ” pada PIB DLL kita dikenakan pajak dua kali? Mendingan Kalau mau Import Pakai Nama sendiri langsung atau Pakai QQ diPIBnya jika ada pihak ke tiga bergabung.

 

Sekian artikel kali ini, Apabila ingin copas harap sertakan link kami.

Terima Kasih sudah membaca semoga bermanfaat J

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s