Pengaruh variabel-variabel makro terhadap perekonomian Indonesia

         Ekonomi merupakan cabang ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam mengolah sumber dayanya yang terbatas, menjadi sumber yang dapat dipergunakan atau memberikan manfaat semaksimal mungkin. Ilmu ekonomi pertama kali diklasifikasikan oleh aristoteles, dan dikembangkan oleh adam smith yang menjadi bapak ekonomi mikro. Dalam pendapat beliau, ekonomi dipengaruhi oleh dua pihak saja yaitu konsumen dan produsen. Sementara setelah terjadi krisis besar John maynard keynes mengkoreksi pendapat adam smith, menurut J.M. Keynes yang berpengaruh kepada perekonomian bukan hanya melalui pergerakan konsumen dan produsen tapi dipengaruhi oleh pihak ketiga yaitu pemerintah. Teori John maynard keynes inilah yang menjadi dasar dalam ilmu ekonomi makro.

Sehingga dalam perekomonian makro kita harus melihat variabel-variabel yang memberikan efek terhadap perekonomian. Beberapa variabel berpengaruh yang akan saya bahas seperti. Consumtion/konsumsi simbolnya C, Interest/tingkat suku bunga simbolnya i, National income/Pendapatan Nasional simbolnya Y, lalu unsur-unsur pemerintah/Government disingkat G, Dan unsur-unsur yang sudah bersifat pasar terbuka atau empat sektor yaitu export dan import yang disombolkan dengan x dan m. Sehingga jika digambarkan dalam persamaan adalah Y = C + I + G + (X – M).

Sebelum membahas lebih dalam lagi, akan lebih baik jika kita memahami satu per satu unsur-unsur ekonomi makro tersebut. Pertama-tama kita bahas dari consumtion atau konsumsi. Konsumsi merupakan unsur pengeluaran yang dikeluarkan oleh pasar yaitu konsumen dalam hal ini dapat berupa rumah tangga, perusahaan, maupun lembaga lain. Pengeluaran yang dikategorikan kepada konsumsi merupakan pengeluaran yang sifatnya hanya akan memberikan efek berupa manfaat yang akan dirasakan untuk saat ini.

Sedangkan investasi merupakan pengeluara yang ditujukan untuk mengharapkan keuntungan atau timbal balik di masa yang akan datang, Misalnya saja pengeluaran untuk biaya sekolah tidak dapat digolongkan sebagai konsumsi, namun sebagai investasi. Contoh lainnya adalah pengeluaran oleh perusahaan untuk sesuatu yang akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang, penerapannya sebuah perusahaan membeli tanah dan gedung sebagai tempat kegiatan operasinya.

Pengeluaran pemerintah, atau government expenditure. Seperti yang kita ketahui, government expenditure atau Tr, merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah. Misalnya pembayaran bea siswa, biaya pensiun PNS, namun disisi lain pemerintah ikut menyumbang pendapatan nasional yaitu berupa Tax atau pajak yang disingkat Tx, karena pemerintah mendapat income berupa pajak.

Selanjutnya variabel 4 sektor yaitu import dan eksport. Variabel ini akan mempengaruhi neraca perdagangan serta besarnya nilai rupiah terhadap valuta asing. Seperti yang kita ketahui eksport merupakan kegiatan mengirim hasil produksi dari dalam negeri ke luar negeri, sedangkan import merupakan kegiatan menerima hasil produksi luar negeri untuk dipakai di dalam negeri. Neraca perdagangan yang seimbang merupakan neraca yang ideal dalam perekonomian oleh karena itu besarnya nilai import yang baik adalah sebesar nilai eksportnya.

Variabel-variabel tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi perekonomian indonesia. Apabila dibicarakan dalam topik ini maka akan sangat banyak, oleh karena itu saya akan membatasi bahasan pada artikel kali ini. Pada artikel ini saya akan lebih membicarakan kepada faktor luar negeri yaitu eksport dan import. Mengapa? Karena dalam ekonomi makro ini akan sangat berpengaruh, dan materi ini cukup menarik.

Eksport dan Import seperti yang sudah saya singgung diawal bahwa eksport dan import merupakan kegiatan yang akan mempengaruhi neraca perdagangan sebuah negara, dimana ini pun akan memberikan efek terhadap perekonomian dalam negeri. Karena, dalam kegiatannya perdagangan yang sudah memasukkan hasil produksi luar negeri akan memberikan pengaruh terhadap demand dan supply perdagangan hasil produksi daam negeri. Sehingga seperti yang saya sebutkan diawal, apabila kita sudah melakukan hubungan dengan luar negeri dalam hal transaksi pertukaran hasil produksi, maka neraca perdagangan suatu negara harus seimbang. Tujuannya adalah agar tidak terjadi Inflasi ataupun deflasi terhadap hasil produksi dalam negeri.

Sekarang kita akan membicarakan lebih lanjut, mengenai transmisi atau mekanisme dari pengaruh kegiatan eksport import terhadap perekonomian negara ini. Akan lebih baik apabila, sekarang kita melihat bagaimana keadaan ekonomi negara ini. Kondisi kita saat ini adalah Import lebih besar dari pada Eksport, dalam kondisi ini yang harus pemerintah lakukan adalah menaikkan harga jual produk import atau mengurangi produk import. Karena tingginya permintaan terhadap import membuat permintaan dan penawaran terhadap barang dalam negeri sedikit. Sehingga ini akan membuat pasar perdagangan di Indonesia lesu. Pada kondisi ini tentunya akan berefek pada pendapatan nasional negara tersebut. Dimana pendapatan nasional negara tersebut akan berkurang, dan efek lebih lanjutnya adalah membuat aliran dana masuk ke dalam negeri lebih kecil dari pada aliran dana keluar ke luar negeri, hal ini tentunya akan menurunka nilai mata uang negara kita terhadap mata uang asing.

Jadi dari pembicaraan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, kegiatan eksport dan import adalah saling berkaitan dan memberikan pengaruh terhadap perdagangan dalam negeri, pendapatan nasional negara tersebut, serta nilai tukar mata uang negara tersebut. Sehingga apabila kita membicarakan mengenai nilai tukar mata uang suatu negara dapat dipikirkan bahwa itu juga akan berpengaruh kepada cadangan devisa suatu negara.

Sekarang kita coba untuk masuk ke dalam contoh nyata yang sedang terjadi dalam perekonomian negara kita saat ini. Pada saat ini harga bawang merah sedang mahal, dikarenakan sedikitnya pasokan bawang merah sedangkan permintaan pasar terus meningkat. Sekarang mari kita lihat efeknya terhadap perekonomian, karena pasokan bawang merah sedikit maka pemerintah melakukan import terhadap bawang merah yang tentunya akan menurunkan harga bawang merah dalam negeri. Namun, Import yang semakin tinggi tanpa diimbangi oleh kenaikan eksport membuat terjadinya ketimpangan dalam neraca perdagangan, yang membuat semakin meningkatnya aliran kas yang keluar dari dalam negeri tersebut. Hal ini akan membuat nilai mata uang kita melemah terhadap mata uang dalam negeri. Namun apabila kita melihat ke dalam nilai tukar secara langsung dan anda tidak menemukan penurunan terhadap mata uang kita, jangan heran karena penuruan mata uang kita bukan hanya karena besar kecilnya import dan eksport, namun ada banyak variabel lain yang mempengaruhinya. Akan tetapi jika dilihat dari segi efeknya ini sudah ikut memberikan kontribusi untuk menurunkan mata uang negara kita.

Oleh karena itu untuk menghadapi masalah seperti ini pemerintah dapat memiliki beberapa opsi, namun saya menyarankan dua opsi yaitu, yang pertama adalah melakukan import bawang merah, namun mengimbanginya dengan melakukan eksport terhadap produk dalam negeri. Atau pemerintah melakukan penangan dari internal negara, maksudnya adalah melakukan pembinaan kepada petani bawang agar mau menanam bawang sehingga pasar dalam negeri tidak kekurangan bawang merah lagi.

Sekian bahasan saya kali ini mengenai Pengaruh variabel-variabel makro terhadap perekonomian Indonesia, saya harap artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran yang positif sangat diharapkan pada kotak komentar. Bagi yang ingin copas harap sertakan link blog ini, thanks and enjoy reading.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s