AKUNTANSI DIFFERENSIAL

         Pernakah anda mendengar akuntansi differensial? Bagi yang menjadi manajer pastilah mengenal dengan baik mengenai akuntansi differensial. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai akuntansi differensial. Tidak secara menyeluruh namun bertahap. Hahaha… bagi yang ingin copas harap sertakan link blog saya yaa.. Thanks and enjoy reading.

          Akuntansi differensial merupakan akuntansi yang mempelajari mengenai pengambilan keputusan yang akan dihadapi oleh perusahaan. Jadi dalam mempelajari akuntansi differensial akan dikenal dengan yang disebut biaya relevan dan irelevan. Biaya relevan merupakan biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Sehingga akan memiliki efek berbeda apabila kita melilih keputusan yang berbeda. Sedangkan biaya irelevan merupakan biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan sehingga tidak ada pengaruhnya apabila keputusan tersebut diambil.

          Akuntansi differensial biasanya digunakan untuk pengambilan keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Pada pengambilan keputusan jangka pendek umumnya digunakan untuk pengambilan keputusan pada 4 kondisi ini. Yang pertama untuk memutuskan melanjutkan atau menghentikan produksi suatu produk. Yang kedua untuk menjual atau memproses produk lebih lanjut. Yang ketiga untuk membeli atau membuat produk sendiri, dan yang keempat menerima atau menolak pesanan khusus.

          Pada menghentikan atau melanjutkan produksi suatu produk, manajemen dihadapkan pada kondisi yaitu haruskan kita menutup atau menghentikan produksi dari lini produk tersebut ataukah tetap diproduksi. Sehingga apabila manajemen memilih untuk menghentikan produksi tersebut, harus dipertimbangkan pada kondisi mesin produksinya akan dianggurkan atau digunakan untuk produksi lini produk lain. Atau… mungkin manajemen dapat meiliki alternatif lainnya, misalkan lini produk tersebut ditutup dan diganti dengan lini produk lainnya.

          Pada menjual atau memproses lebih lanjut, manajemen dihadapkan pada kondisi dimana produksi suatu produk yang sudah dapat dijual pada saat itu, namun manajemen mempertimbangkan untuk diolah lebih lanjut atau langsung dijual. Sehingga apabila ingin diolah lebih lanjut harus dilihat apakah membutuhkan tambahan peralatan ata tidak, jika ia membutuhkan tambahan peralatan harus dilihat apakah investasi untuk tambahan peralatan tersebut layak diterima tidak. Caranya dengan mrnghitung NPV dari investasi dan laba yang akan diperoleh.

          Pada kondisi membeli atau membuat produk sendiri, manajemen dihadapkan pada kondisi untuk ada mesin yang menganggur yang dapat digunakan utuk memproduksi komponen dari produk yang akan dijual, atau membeli komponen tersebut dari pihak luar. Misalnya sebuah perusahaan yang menjual dan memproduksi motor, mempertimbangkan untuk membuat sendiri komponen spare partnya misalnya ban motornya. Dari pada mengambil langsung dari luar karena setelah dihitung biayanya lebih menguntungkan jika memproduksi sendiri. Namun dalam kasus memproduksi sendiri atau membeli dari pihak luar. Pihak manajemen seharusya juga mempertimbangkan hasil produksi mereka apakah sudah baik atau tidak karena nantinya akan berpengaruh pada pejualan mereka.

          Kondisi keempat manajemen dihadapkan pada pilihan untuk memproduksi menerima atau menolak pesanan khusu. Maksudnya adalah perusahaan dihadapkan pada pilihan, berupa tawaran dari pihak luar untuk menerima order diluar kapasitas produksinya biasanya. Misalnya perusahaan yang memproduksi dengan kapasitan normal untuk 2000 produk. Namunbiasanya hanya memproduksi untuk 1800 produk. Mempertimbangkan tawaran untuk memproduksi 200 produk, tawaran atas 200 produk inilah yang dipertimbangkan oleh perusahaan akan diterima atau ditolak. Disebut pesanan khusus apabila tawaran tersebut ditambah kapasitas yang produksi belum melebihi kapasitas normal dari produk tersebut.

          Sekian artikel kali ini, hanya sepintas untuk membagi ilmu bagi yang baru mempelajari agar paham mengenai dasarnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s