UNTUNG RUGINYA MENALANGI BANK CENTURY

Boleh dikata sudah malas saya membicarakan mengenai kasus yang pada akhirnya berkaitan dengan korupsi. Lagi-lagi korupsi, jika dibicarakan tidak akan ada akhirnya. Karena Kasus korupsi di Indonesia dikepalai oleh pimpinan anda sendiri yang memiliki kuasa tak terkira, sehingga bagaimana pihak oposisi dapat bertindak? Lalu… untuk apa dibahas lagi? Hanya membuat emosi kan? Namun dalam artikel kali ini penulis akan membicarakan mengenai korupsi lagi, dan kali ini pun artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill “aspek hukum dalam ekonomi”. Artikel ini dibuat dengan judul Untung ruginya menalangi bank century, artikel ini memang lebih mengarah kepada untung dan rugi dari mendanai kembali bank century, bukan ke korupsinya. Namun tetap saja berkaitan. Mengapa?? Mari kita bahas bersama.

          Sudah tahukah anda mengenai kasus bank century ini? Jadi setahu saya, bank century ini mengalami kebangkrutan yang diakibatkan oleh koruptor yang mengkorupsi dana deposito dan saving yang diinvestasikan oleh masyarakat. Dalam kondisi ini saya merasa masyarakat atau investor yang mengalami kerugiaannya. Karena dana yang mereka percayakan untuk disimpan di bank century hilang karena dikorupsi oleh pejabat bank terkait. Permasalahannya adalah haruskah BI menyediakan KLBI (kredit likuiditas Bank Indonesia) untuk menalangi bank century agar tidak collapse? Pada saat ini sih setahu saya tetap diberikan KLBInya (saya tidak mengikuti perkembangannya jadi harap dicek lagi kebenarannya).

Menurut saya sendiri efek dari memberi atau tidak memberi pinjaman dana ini akan sangat banyak baik dari segi perekonomian, politik, citra serta pertumbuhan perbankan di Indonesia. Baik efek yang menguntungkan maupun merugikan. Secara pribadi saya fikir lebih banyak ruginya dari pada keuntungannya.

          Jika kita tidak memberikan dana kepada bank century, maka bank tersebut akan bangkrut dan itu akan membuat perekonomian secara global mengalami rush. Sehingga para investor dari asing akan menarik dananya. Mungkin karena hilangnnya kepercayaan terhadap kemampuan perbankan di Indonesia (Karena BI tidak memberikan KLBI). Namun jika kita memberikan dana kepada bank century, maka bank tersebut dapat beroperasi lagi. Namun nama dari bank tersebut sudah cacat di mata masyarakat. Jadi jika kondisi tersebut terjadi bank tersebut tidak dapat beroperasi lagi, bukan? Dalam kondisi ini pada akhirnya pun baik diberikan dana maupun tidak diberikan dana menurut saya tetap saja merugikan jadi sebaiknya tidak perlu diberikan saja pinjamannya. Karena hanya buang-buang dana milik BI. Walau berupa pinjaman, BI seharusnya juga berpikir, mampukah bank centuri nantinya melunasi pinjaman dana tersebut?

Selain itu dalam bank century sudah tertanam dana BUMN, sehingga jika bank century dibiarkan bangkrut atau ditutup maka asset negara akan hilang. Namun menurut saya lebih baik bank century jika sudah bangkrut, tidak perlu didanai lagi karena saya berpendapat. Seandainya dibiayai dan dioperasikan lagi apakah masih ada masyarakat yang bersedia menyimpan assetnya di bank tersebut?? Jawabannya pastilah sudah tidak ada karena kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut sudah hilang jadi bagaimana mungkin masyarakat masih mau mempercayakan hartanya. Apa lagi ditinjau dari jumlah bank yang terdapat di Indonesia, bukan hanya bank century yang berdiri di Indonesia. Banyak bank lain yang berdiri, dipercayai oleh masyarakat dan mampu menguasai pangsa pasar.

          Dari segi politik, tentunya terjadi konfrontasi oleh berbagai kubu terkait. Tidak bisa dihindari lagi, bukti mengarah bahwa pejabat pemerintahan saat ini pun terkait dengan kasus pencucian dana bank century ini. Jadi tentunya jika sampai bank ini ditutup maka tambang uang bagi para koruptor akan hilang. Disisi lain KPK yang mengusut kasus pencucian dana bank century tidak berani untuk melakukan tindakan dengan cepat dan tegas. Berbagai pengamat politik berpendapat bahwa ada orang kuat (Tidak perlu disebut pun anda sudah tahu) yang menjadi biang dari kasus ini, sehingga KPK menjadi kecut karena jika ada bukti pun orang ini tidak bisa ditangkap. Alasannya Dia sudah kebal hukum (Politik uang). Jadi tentunya akan terjadi konflik besar-besaran terhadap sistem pemerintahan jika bank century sampai ditutup.

Info terbaru yang saya baca, kemarin (selasa, 25 juli 2013) KPK Baru berani untuk melakukan geledah terhadap Bank Indonesia untuk mencari tahu kasus pencucian dana atas bank century. Namun, mengapa baru sekarang KPK bertindak? Mungkin data-data yang menjadi bukti sudah hilang atau digelapkan oleh pelaku. Jika memang mau mencari tahu mengapa tidak menuntaskan dulu kasus pak anas? Saya rasa jawabannya akan ditemukan jika kasus ini sudah dituntaskan. Anehnya sistem politik di Indonesia selalu bisa berjalan dengan baik, ketika suatu konflik memuncak maka akan timbul konflik lain yang akan mengalihkan perhatian publik terhadap kasus ini. Namun pendapat saya ini semua untuk menutupi kasus induk dari rantai korupsi ini. Misalkan saja kasus Bank century ini mereda dan tergantikan dengan kasus kenaikan BBM.

Terakhir mengenai citra dan perkembangan perbankan di Indonesia akibat kasus bank century. Ingat kasus krisis moneter pada zaman pak harto? Pada saat itu investor sudah tidak menaruh kepercayaan pada perbankan di Indonesia, sehingga mereka melakukan penarikan dana secara besar-besaran. Akibatnya perekonomian hancur dan kacau balau. Kerusuhan terjadi dimana-mana, tingkat kriminalitas pun meningkat. Itulah yang akan terjadi jika seluruh bank di Indonesia mengalami nasib seperti bank century. Oleh karenanya menurut saya dalam perbankan yang terpenting adalah kepercayaan nasabah. Oleh karenanya harus dijaga baik-baik jangan sampai kasus bank century terulang lagi. Sehingga perbankan kehilangan kepercayaan nasabah mereka dan mencabut dana mereka dari peredaran.

Sekian tulisan ini dibuat demi memenuhi tugas softskill. Pastilah banyak kesalahan dalam artikel ini, karena penulis bukanlah pengamat politik ataupun pakar ekonomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s