Pernalaran Deduktif

Hallo reader, kali ini saya akan membahas mengenai “PENALARAN” à salah ya.. yang benar “PERNALARAN”. Pernalaran itu dibedakan menjadi dua kategori yaitu pernalaran Induktif dan Pernalaran deduktif, yang akan menjadi topik bahasan kita kali ini adalah PERNALARAN DEDUKTIF.

Sebelum masuk materi kita bahas dulu apakah itu PERNALARAN?

Seperti yang kita ketahui pernalaran berkata dasar Nalar yang artinya daya pikir. Secara formal PERNALARAN dapat diartikan sebagai berikut:

Pernalaran adalah proses berfikir yang bertolak dari indera dan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Singkatnya, pernalarnan dapat disimpulkan sebagai proses pengamatan yang menghasilkan proporsi baru yang belum diketahui.

Sekarang kita akan masuk kepada pokok bahasan artikel ini, yaitu tentang pernalaran deduktif.

Pernalaran deduktif merupakan cara berfikir yang merangkum seluruh data dan fakta yang bersifat umum menjadi sesuatu yang khusus.

Penalaran deduktif sendiri dibedakan menjadi:

1. Silogisme

      1.1. Silogisme Kategorial

      1.2. Silogisme Hipotesis

      1.3. Silogisme Disjungtif

2. Emitem

 

A. SILOGISME

Silogisme merupakan proses pernalaran yang berusaha menghubungkan dua pernyataan (Premis*) yang berlainan menjadi sebuah Premis baru yang berupa kesimpulan.

*) Premis merupakan kalimat pernyataan yang terdiri atas subjek dan predikat dimana kalimat pernyataan tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan.

Silogisme kategorial:

Silogisme ini disusun berdasarkan premis-premis dan kesimpulan kategoris. Premisnya akan ada dua yaitu premis mayor (ada predikat) dan premis minor (ada subjek).

Misalnya:

Premis mayor: Semua unggas bertelur.

Premis minor: Ayam merupakan Unggas.

Kesimpulan: Ayam bertelur.

Silogisme Hipotesis / Pengandaian:

Dalam silogisme hipotesis premis mayor memiliki pernyatan yang mengandung hipotesis dan membuat sebuah kondisi yang harus terpenuhi.

Misalnya:

Premis mayor: Jika tidak belajar, Rika tidak akan lulus ujian.

Premis minor: Rika tidak belajar.

Kesimpulan: Rika tidak akan lulus ujian.

Silogisme Disjungtif / Alternatif:

Dalam silogisme ini premis mayornya terdiri atas pilihan-pilihan dan premis minornya terdiri dari penolakan atau penerimaan salah satu dari pilihan dalam premis mayor.

Misalnya:

Premis Mayor: Shinta membeli kue atau membuat kue.

Premis Minor: Shinta membuat kue.

Kesimpulan: Shinta tidak membeli kue.

B. Entimem

Entimem merupakan silogisme yang tidak lengkap maksudnya adalah entimem menghilangkan salah satu premisnya karena sudah diketahui.

~ Semua mahkluk hidup butuh makan dan minum

~ Beno adalah mahkluk hidup

~ Beno butuh makan dan minum. à premis yang dihilangkan adalah semua mahkluk hidup.

Sekian artikel kali ini terima kasih sudah berkunjung ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s