TUGAS 1 / PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Apa yang dimaksud Investasi

Pemahaman terhadap investasi, kita akan membicarakan mengenai nilai masa datang atas pengorbanan yang dilakukan pada saat ini. Investasi akan membicarakan mengenai nilai tambah atas harta yang dimiliki di masa yang akan datang.

Secara konseptual, investasi dapat didefinisikan menjadi, pengorbanan yang diberikan (penundaan penggunaan sejumlah dana untuk konsumsi) untuk membeli barang modal yang diharapkan dapat menambah nilai uang tersebut dimasa yang akan datang.

Sedangkan menurut beberapa pakar,

Investasi adalah kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa sekarang ini dengan tujuan untuk menghasilkan barang dimasa yang akan datang (James C. Van Horn, 1981).

Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti, pendapatan bunga, royalti, deviden, pendapatan sewa, dll) untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang (Henry Simamora).

  1. Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat investasi

Setelah memahami pengertian investasi, kita tahu bahwa investasi merupakan hal yang penting dalam pembangunan ekonomi. Namun, apa sajakah faktor yang mempengaruhi tingkat investasi?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi, seperti:

  1. Tingkat suku bunga

Tingkat suku bunga yang dimaksud merupakn tingkat suku bunga atas kredit yang diberikan. Misalnya, untuk meminjam dana atau memperoleh kredit, peminjam harus membayar bunga 5 % /tahun. Dalam konsepnya, tingkat suku bunga akan mempengaruhi jumlah investasi, apabila tingkat suku bunga tinggi maka biaya peminjaman dana akan semakin besar. Dana pinjaman tersebut merupakan dana yang akan dipergunakan untuk investasi, sehingga tingkat suku bunga tinggi, biaya untuk investasi akan semakin besar, dan menurunkan tingkat investasi. Di sisi lain, para investor akan lebih tertarik untuk meminjamkan dananya dari pada mengambil pinjaman. Dari sini dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga berkolerasi negatif terhadap tingkat investasi.

  1. Kondisi politik dan keadaan ekonomi

Kondisi politik yang stabil akan mencerminkan keamanan suatu negara, yang tentunya akan mempengaruhi hubungan dengan negara lain. Sedangkan kondisi ekonomi yang baik dan tidak bergejolak mengindikasikan bahwa perekonomian negara tersebut baik. Hal-hal tersebut akan membuat terciptanya rasa aman bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya. Sehingga semakin stabil kondisi politik dan perekonomian suatu negara, semakin tinggi minat para investor dalam berinvestasi.

  1. Teknologi

Perkembangan teknologi mampu mempengaruhi tingkat investasi, misalnya jika dilihat dari sisi penyebaran informasi. Penyebaran informasi lebih luas, menyeluruh, cepat dan terbuka. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi.

  1. Birokrasi pemerintah

Birokrasi pemerintah dalam mengatur kebijakan yang terkait dengan ekonomi, seperti investasi, pembukaan perusahaan akan mempengaruhi pertumbuhan investasi. Singkatnya, birokrasi yang rumit dan panjang akan membuat investor malas untuk berinvestasi, dilihat dari segi waktu, efisiensi, dan biaya yang dikeluarkan. Semakin panjang birokrasi suatu negara semakin sulit prosesnya, yang imbasnya terjadi pada tingkat investasi yang rendah.

  1. Nilai tukar mata uang

Nilai tukar mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara jika dibandingkan dengan negara lain. Selain itu nilai tukar merupakan ukuran yang dapat mempengaruhi hampir seluruh aspek ekonomi suatu negara. Misalnya, nilai tukar akan mempengaruhi nilai rill suatu produk, yang nantinya akan mempengaruhi permintaan dan penawaran produk. Perubahaan keseimbangan pasar akan mempengaruhi tingkat investasi melalui perkembangan perusahaan dalam memperoleh laba dari kegiatan operasionalnya.

  1. Kualitas sumber daya manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor penting yang menentukan nilai suatu perusahaan. Dengan adanya sumber daya manusia yang baik, maka perusahaan akan mampu mencapai tujuannya. Sumber daya manusia akan mempengaruhi output yang diberikan perusahaan, menentukan jumlah laba yang diperoleh, yang nantinya akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Peningkatan nilai suatu perusahaan akan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang nantinya akan mempengaruhi minat investasi dan tingkat investasi.

  1. Tingkat inflasi

Inflasi merupakan salah satu indikator bahwa perekonomian dalam kondisi yang tidak stabil. Semakin tinggi tingkat inflasi, maka semakin besar resiko dalam negara tesebut. Resiko dalam investasi merupakan hal penting yang menjadi bahan pertimbangan para investor, oleh karenanya inflasi akan mempengaruhi tingkat investasi melalui resiko.

  1. Tingkat keuntungan atau return investasi

Tujuan utama investasi adalah nilai lebih yang diterima dimasa datang. Dalam penginvestasian, tingkat return atau keuntungan akan menjadi pertimbangan bagi para investor, semakin tinggi return yang diberikan, maka semakin menarik investasi tersebut dimata investor. Oleh karenanya, jumlah investasi akan dipengaruhi oleh return atau tingkat pengembalian dari investasi tersebut.

 

 

 

  1. Modal sebagai instrumen yang penting dalam perkembangan ekonomi negara berkembang.

 

Modal merupakan salah satu sumber daya perekonomian karena modal memberikan kontribusi untuk mengoptimalkan perekonomian suatu negara. Namun, dalam negara berkembang, pecarian terhadap modal merupakan perkara yang tidak mudah. Hal tersebut menyebabkan modal menjadi salah satu hambatan untuk mengembangkan perekonomian dalam negara berkembang. Padahal, negara yang sedang berkembang membutuhkan modal yang besar untuk mencapai tingkat output yang tinggi.

Untuk mencapai perkembangan atau peningkatan kondisi ekonomi, diperlukan beberapa unsur penunjang. Dengan adanya modal, developer mampu memperluas usahanya, atau melakukan ekspansi usaha. Ekspansi atau perluasan usaha merupakan tahapan awal dalam mengembangkan perekonomian. Dengan adanya ekspansi, perputaran dana semakin besar. Selain itu ekspansi usaha akan meningkatkan output dari usaha tersebut. Peningkatan output suatu perusahaan akan mempengaruhi laba yang dihasilkan. Penambahan kemampuan menghasilkan laba akan menambah pendapatan perusahaan. Dan peningkatan konsumsi negara tersebut. Peningkatan tersebut nantinya akan mempengaruhi jumlah pendapatan nasional bruto yang akan menjadi alat ukur kesejahteraan suatu negara secara financial.

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modal merupakan hal yang penting bagi negara berkembang karena negara berkembang berada dalam tahap pertumbuhan ekonomi yang akan membutuhkan modal yang besar untuk melakukan ekspansi terhadap usahanya meningkatkan pendapatan per kapita dan pendapatan nasional bruto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s