Tugas 4/perekonomian indonesia

Kebijakan Moneter oleh BI dalam mengendalikan Inflasi melalui Jumlah Uang Beredar (JUB)

                Tingkat inflasi dapat dipengaruhi oleh Jumlah uang beredar, karena JUB dapat mempengaruhi pendapatan masyarakat yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Perubahan atas daya beli atas hasil produksi akan mempengaruhi demand produk dan mengubah titik keseimbangan pasar. Perubahan ini akan mempengaruhi harga produk yang berpengaruh langsung terhadap inflasi.

Secara teori BI sebagai pemegang wewenang atas pengendalian moneter dapat mengendalikan dan mengarahkan kondisi perekonomian mempengaruhi Jumlah Uang Beredar (JUB). Ada beberapa kebijakan yang dapat dilakukan BI untuk mempengaruhi JUB, yaitu Kebijakan Moneter. Dalam praktiknya, BI dapat mengendalikan JUB melalui beberapa instrument seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia), BI Rate (Tingkat Suku Bunga BI), dan Kebijakan Cash Reserves (Cadangan Kas) wajib bagi bank umum. Dengan penerbitan SBI, BI dapat mengurangi JUB dan akan menekan tingkat Inflasi. Sedangkan BI Rate sebagai suku bunga acuan bagi bank umum akan mempengaruhi demand dan supply atas kredit yang disalurkan oleh lembaga keuangan. Apabila, BI Menetapkan BI Rate yang tinggi kreditur akan mengurangi permintaan mereka atas kredit. Karena meningkatnya suku bunga akan menambah biaya produksi. Oleh karena itu, peningkatan suku bunga BI akan menahan pertambahan JUB di masyarakat.Sedangkan, Cash Reserves yang ditetapkan oleh BI akan memengaruhi JUB melalui kemamuuan Lembaga Keuangan dalam penyaluran kredit pada masyarakat. Peningkatatan Cash Reserves akan menurunkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit. Sehingga peningkatan cash reserves akan menekan JUB.

Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi tidak diharapkan

                Dalam persentase tertentu, inflasi dapat menjadi hal yang diharapkan karena dapat meningkatkan kondisi perekonomian. Namun, ditinjau dari penyebabnya Cost Plus Inflation (Inflasi yang disebabkan oleh peningkatan biaya produksi) menjadi inflasi yang tidak diharapkan. Analisisnya, cost plus inflation akan membuat kenaikan harga jual produk namun tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan rill. Sehingga, cost plus inflation akan menurunkan daya beli masyarakat dan menurunkan tingkat kemakmuran masyarakat. Selain itu, cost plus inflation akan menurunkan kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya. Sehingga, Kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba akan berkurang. Penurunan ini juga akan menurunkan nilai perusahaan dan daya saing perusahaan. Efek lebih luasnya, dapat dilihat dari pengaruhnya terhadap nilai tukar negara tersebut. Pengaruhnya didapat dari transaksi eksport dan import. Pada saat harga barang dalam negeri tinggi, konsumen dalam negeri akan mencari produk yang lebih murah misalnya produk luar negeri. Hal ini akan meningkatkan jumlah Import dan menurunkan nilai tukar negara kita. Disisi lain, Harga yang tinggi akan menurunkan permintaan luar atas produk dalam negeri dan menurunkan jumlah eksport. Penurunan ini akan mempengaruhi Nilai tukar mata uang suatu negara (FOREX).

4 faktor utama menyebabkan timbulnya erdagangan Internasional

–          Perbedaan SDA

Setiap negara memiliki ciri khasnya masing-masing, diawali dari kemampuan suatu negara dalam menghasilkan output produksinya. Hasil tersebut terhantung pada Sumber daya yang dimiliki oleh negara tersebut. Misalnya Singapura yang memiliki lahan sempit sehingga tidak dapat menghasilkan output dalam bidang agriculture. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan di bidang agriculture singapura akan melakukan transaksi internasional misalnya dengan Thailand, Malaysia, Atau Indonesia. Tujuannya untuk pemenuhan produk yang tidak bisa dihasilkan karena perbedaan pemilikan SDA.

–          Efisiensi

Transaksi internasional membuat pasar yang tercipta semakin luas dan transaksi perdagangan akan memberikan skala produksi dan pemasaran dalam jumlah yang lebih besar. Peningkatan jumlah produksi merupakan salah satu tujuan perusahaan dalam strateginya untuk menekan biaya produksi. Dengan peningkatan kapasitas produksi, perusahaan dapat menekan biaya produksi per unit dengan pengurangan biaya tetap / unit.

–          Tingkat Teknologi

Teknologi merupakan alat bantu agar proses produksi lebih sempurna, cepat, dan ekonomis. Dalam perkembangannya, peningkatan teknologi suatu negara akan mempengaruhi kemampuan negara dalam menghasilkan produk tertentu. Misalnya, Amerika sebaggai negara maju yang memiliki teknologi canggih untuk pengembangan Sistem Komputer maupun sistem militer. Membuat adanya dorongan terjadinya transaksi internasional dengan negara yang tidak memiliki teknologi seperti yang dimiliki oleh Amerika.

–          Selera

Setiap negara dengan Culture (Budaya) dan Habit (Kebiasaan) yang berbeda membuat adanya perbedaan selera atas produk yang dipasarkan. Perbedaan selera akan mempengaruhi adanya transaksi internasional demi pemenuhan permintaan yang telah disesuaikan dengan selera masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s