ETIKA PROFESI

Hello everyone, artikel kali ini masih membahas tak jauh dari masalah etika. Perbedaannya dengan tulisan sebelumnya, dulu mengenai etika bisnis yang ini mengenai etika profesi. Sekadar, memanggil ulang catatan memori kita mengenai apa itu etika? Membicarakan mengenai etika berarti membahas mengenai norma, aturan, nilai etis dan sopan santun yang sesuai dengan budi pekerti. Sehingga etika merupakan aturan atas perilaku atau tindakan atas kebiasaan manusia yang mengarahkannya pada hal yang baik atau benar, dimana pada akhirnya akan membentuk karakter dari orang terkait.

Nah, untuk etika profesi itu sendiri akan mengatur etika-etika dalam menjaga nilai kita agar dapat dihargai di lingkungan kerja kita. Dalam etika profesi ada beberapa teori yang menjadi dasarnya, yaitu:

A. Teori-Teori Etika

  1. Etika Deontologi

Dalam Deontologi perbuatan kita dinilai baik atau buruk dari sudut pandang apakah perbuatan itu merupakan suatu kewajiban atau keharusan. Sehingga sekalipun dari sudut pandang moral dan budaya perbuatan itu dinilai buruk. Namun, dari segi kewajiban itu merupakan sesuatu yang wajib dilakukan maka perbuatan itu akan dinilai baik. Demikian pula sebaliknya.

Oleh karena itu, ada tiga prinsip yang harus dipenuhi:

  • Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
  • Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik.
  • Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
  1. Etika Hak

Dengan adanya kewajiban yang harus dipenuhi maka kita akan memiliki hak. Karena teori ini berkaitan dengan nilai etis dalam bentuk penghargaan atas kewajiban yang sudah dipenuhi. Oleh karena itu, berkaitan dengan prinsip moralitas teori ini dapat digunakan untuk menilai baik buruknya suatu perbuatan.

  1. Etika Keutamaan

Etika ini menilai sikap seseorang dalam menjalani hidupnya, bukan hanya pada aspek tertentu yang dia lakukan dalam mengambil keputusan atas suatu tindakan. Karena sikap dalam menjalani hidup pastilah sudah melekat sebagai karakter dalam diri orang tersebut. Sehingga penilaian perbuatan seseorang lebih berorientasi kepada subjeknya (pelaku atau orang itu) dari pada objeknya (apa yang dia lakukan).

  1. Etika Utilitarisme

Kalau berdasarkan teori ini, suatu perbuatan dinilai beretika ketika perbuatan itu dilakukan dapat memberikan dampak positif atau menguntungkan bagi orang lain. Bukan hanya untuk diri sendiri atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, teori ini menilai perbuatan baik atau buruk dari jumlah dampak positif yang diakibatkan pada masyarakat.

Utilitarisme dibagi menjadi :

  • Utilitarisme perbuatan (act utililitarianism)

Menyatakan bahwa kita harus memperhitungkan, kemudian memutuskan, akibat-akibat yang dimungkinkan dari setiap tindakan aktual ataupun yang direncanakan.

  • Utilitarisme aturan (rule utilitarianism)

Menyatakan bahwa kita harus mengira-ngira, lalu memutuskan, hasil-hasil dari peraturan dan hukum-hukum.

  1. Etika Sosiologis

Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.

  1. Etika Filosofis

Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, masalah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.

B. Etika Umum

Contoh etika umum yang berlaku di masyarakat :

  • Menyapa, menegur dan memberi salam serta membungkukan badan pada saat bertemu atau berpapasan dengan orang yang lebih tua.
  • Bertamu tidak boleh di malam hari, karena akan mengganggu waktu istirahat pemiliki rumah.
  • Mengetuk pintu dan memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah.
    • Makan tidah boleh sambil berbicara.
  • Makan tidak boleh sambil berdiri.
  • Memakai pakaian yang sopan dan sepantasnya.
  • Memberikan kesempatan untuk penganut agama lain menjalankan ibadahnya tanpa mengganggu kekhusyukan beribadah.
  • Sopan dalam berbicara, bila berbicara dengan yang lebih tua hendaknya menatap lawan bicara.

C. HENDONISME

Hendonisme merupakan aliran yang mengajarkan agar manusia mencari kebahagiaan dan menciptakannya agar dapat hidup bahagia di dunia. Namun, dikarenakan watak dasar yang sudah pasti ada pada setiap diri manusia yaitu egois. Maka dari itu, ajaran hendoisme membuat adanya persaingan antar manusia untuk memciptakan dan mencari kebahagiaan bagi dirinya tanpa memperhatikan sisi baik buruk dari tindakan yang diakibatkannya terhadap orang lain. Oleh karena itu hendoisme, membuat seseorang lupa akan batasan yang telah diciptakan dan ada akhirnya akan merusak norma atau aturan yang berlaku. Akhirnya manusia menjadi tidak manusiawi dan lupa akan moral dan etika.

Pada dasarnya hendoisme merupakan ajaran yang baik selama orang yang memegang prinsip ini tidak mengabaikan aspek moral yang sudah ada. Karena hendoisme hanya mengajarkan agar manusia hidup dengan bahagia dan tidak terlalu larut dalam masalah. Aliran ini dapat membantu kita untuk sejahtera secara psikologis. Namun, orang yang ingin menerapkan ajaran hendoisme ada baiknya merupakan orang yang bijaksana dan memegang teguh nilai moral dan budaya. Sehingga tidak membuat hilangnya kendali atas diri sendiri.

Reference –> http://astutimulefa.blogspot.com/2011/10/etika-profesi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s