ETIKA BISNIS

be

Readers, kali ini saya akan membahas mengenai etika bisnis… seperti apa sih etika bisnis itu? Apakah penting etika bisnis itu? Untuk memahaminya, langsung aja kita mulai menuju bahasan kita pada artikel ini…

ETIKA

Ethical

Mari kita mulai dengan etika itu sendiri. Sudah tahu belum etika itu apa? Etika itu berkaitan dengan norma (aturan), nilai, tata cara yang berhubungan dengan sesuatu yang etis (santun dan baik). Kata Etika sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu Ethos yang artinya Adat Istiadat. Jadi kesimpulannya adalag etika merupakan aturan atas perilaku atau tindakan atas kebiasaan manusia yang mengarahkannya pada hal yang baik atau benar, dimana pada akhirnya akan membentuk karakter dari orang terkait. Dengan adanya Etika maka kehidupan manusia sebagai mahluk sosial akan berjalan lebih baik. Karena etika akan mengurangi konflik yang akan muncul sebagai akibat dari hubungan yang terjadi antar manusia. Oleh karenanya, etika ini dapat dikatakan sebagai prinsip moral. Dengan adanya etika maka moral dan kualitas perilaku manusia dapat dijaga (dikendalikan). Pengendalian ini akan berkaitan dengan EQ (Emotional Question) karena akan menganalisa keputusan yang akan diambil seseorang dalam kondisi tertentu à Tindakan orang tersebut. Peningkatan Kualitas moral seseorang akan membuat mereka melakukan tindakan yang benar yang menjaga tindakannya agar tidak merugian orang lain (harm). Dengan terciptanya kondisi tersebut maka kehidupan akan damai, harmonis, dan aman. Itu adalah konsep dasar dari etika.

Penilaian terhadap tindakan yang benar (etika):

  1. etika sebagai suatu ilmu mengukur pada perbuatan yang baik atau jahat, dan yang susila atau asusila.
  2. Perbuatan itu sendiri merupakan sesuatu yang sudah tertanam dalam jiwa seseorang yang akan memicu orang tersebut untuk melakukan sebuah tindakan berdasarkan alam bawah sadarnya (habitual/kebiasaaan).
  3. Sedangkan menurut Burhanuddin Salam, Drs. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat :
  4. Tingkat pertama, semasih belum lahir menjadi perbuatan, jadi masih berupa rencana dalam hati, niat.
  5. Tingkat kedua, setelah lahir menjadi perbuatan nyata, yaitu pekerti.
  6. Tingkat ketiga, akibat atau hasil perbuatan tersebut, yaitu baik atau buruk.

Konsep lanjutan atas etika akan mengaitkan macam macam etika yaitu,

  1. Etika Deskriptif = Penentuan tindakan sebagai sesuatu hal yang benar didasarkan kepada fakta.
  2. Etika Normatif = Penentuan tindakan sebagai sesuatu hal yang benar didasarkan kepada norma atau aturan yang ada.

BISNIS dan Etika Bisnis

Setelah mengetahui apa itu etika dan pentingnya etika itu, lalu apa hubungannya dengan bisnis. Bisnis itu kan untuk mencari keuntungan. Apa etika dapat memberikan keuntungan?

Bisnis merupakan Usaha untuk mendapatkan keuntungan yaitu sesuatu yang ditargetkan atau dicita-citakan. Lalu, Pokok yang harus ditekankan mengenai bisnis itu sendiri adalah bisnis melibatkan persaingan dan dengan mementingkan nilai moral / etika maka pesainglah yang akan diuntungkan. Hal ini dikarenakan hukum rimba dalam dunia bisnis dimana kehidupan sosial dan kehidupan bisnis merupakan sesuatu yang berbeda. Dimana, pebisnis erring dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan untuk memilih untung atau menjalankan bisnis berdasarkan etika yang berlaku, dan menggunakan etika tersebut menghambat perolehan keuntungan tersebut. Itu adalah apa yang dipercaya dari zaman dulu. Namun, pada era modern ini (2014) institusi bisnis yang mementingkan nilai etika mendapatkan hasil yang baik dan menguntungkan. Hal ini dikarenakan munculnya citra atau image yang baik (tanggung jawab, dan kepedulian) akan instansi tersebut dimata masyarakat. Sehingga, akan membuat adanya kepercayaan (trust). Hal yang disebutkan oleh Kinichi Ohmae (1995), mengatakan bahwa etika bisnis telah menjadi kunci kesuksesan bisnis karena adanya globalisasi. Karena globalisasi membuat hilangnya batasan antar Negara dan membuat terciptanya perdagangan bebas. Dimana, bisnis tersebut menuntut sesuatu untuk disajikan secara transparan tanpa manipulasi.

Prinsip dan Sifat Etika Bisnis

Suatu bisnis dapat dikatakan memenuhi criteria bisnis yang beretika apabila mengandung sifat ini.

  1. Manfaat à dari segi manfaat bisnis ini harus bisa memberikan manfaat kepada semua pihak bukan hanya perusahaan.
  2. Relativism à Pandangan masyarakat atau publik atas bisnis ini harus baik. Sehinggan bisnis disetujui oleh masyarakat.
  3. Legalism à Menurut kepada peraturan atau hukum yang ditentukan pemerintah dan umum, yang menyangkut mengenai nilai etis. Misalnya, standar jam kerja karyawan, upah buruh, dsb.

Berdasarkan sifat-sifat tersebut maka sebuah bisnis yang etis harus memenuhi prinsip dibawah ini.

  1. Prinsip otonomi

Etika mengacu kepada tindakan yang susila dan bermoral namun etika berbeda dengan moral. Karena etika berasal dari diri kita, sedangkan moral merupakan adat yang diturunkan kepada kita. Nah, Otonomi ini prinsip yang mengatur pengambilan keputusan yang etis dari kesadaran diri sendiri.

  1. Prinsip Kejujuran

Kejujuran akan berkaitan dengan pemenuhan dan kesesuaian janji/kontrak dengan kenyataan, mutu dan harga yang sebanding, serta manajemen internal atau hubungan kerja internal dalam perusahaan.

  1. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.

  1. Prinsip saling menguntungkan

Menuntut agar bisnis menguntungkan semua pihak.

  1. Integritas moral

Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam pelaku bisnis.

  1. Tanggung jawab

Tanggung jawab mensyaratkan bahwa orang yang melakukan  tindakan tertentu memang mau dan bersedia melakukan tindakan itu.

Implikasi dari Etika Bisnis

etika

Dengan adanya perilaku etis dalam menjalankan bisnis maka akan tercipta harmoni (keselarasan) antara pebisnis, pesaing, pemasok, konsumen, karyawan, dan pihak lain yang terlibat. Dengan adanya keselarasan ini maka usaha dapat berjalan dengan sejalan dan searah. Tanpa adanya pertikaian dan memunculkan kerja sama. Dimana kerja sama ini akan mendukung kinerja perusahaan dari factor non financial. Meskipun demikian factor non keuangan ini nantinya akan berimplikasi pada factor keuangan perusahaan. Misalnya, perusahaan memperhatikan nilai etis bagi karyawan dari segi jam kerja dan upah. Ini nantinya akan berimbas pada emosi karyawan dan membuat karyawan lebil loyal terhadap perusahaan. Loyalitas karyawan akan meningkatkan kinerja perusahaan yang akan berdampak pada output perusahaan.

Nah itulah bahasan mengenai etika bisnis…

Advertisements

konsep nilai waktu uang “time value of money”

KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

Nilai yang akan datang atau dikenal sebagai “Future VALUE” dan nilai sekarang atau “Present VALUE”, Sedangkan nilai waktu dari uang “Time Value of money”.

Secara kasar nilai waktu dari uang dapat diartikan sebagai nilai sutu uang pada kondisi waktu yang berbeda dapat dihitung di masa datang, sekarang ataupun lampau. Tergantung pada kondisinya.

Saya umpamakan anda mengikuti Kredit pembelian rumah di sebuah perumahan yang menawarkan nilai 64juta rupiah apabila dibayar cash sedangkan anda harus membayar 160juta secara kredit dengan bunga 0.3% per tahun selama 20 tahun. Maka nilai dari uang 64 juta tersebut pada saat ini dengan nantinya akan berbeda apabila dibandingkan dengan pembayaran kredit. Anda harus menghitung dulu nilai yang akan dibayar kita saat kredit scara keseluruhan yaitu future value secara kredit. Kemudian anda hitung present value dari future value tersebut. Baru anda dapat menbandingkan dengan nilai 64 juta tersebut. Mana yang jadinya lebih murah dan menguntungkan.

Contoh lainnya, Konsep nilai waktu uang sering digunakan untuk menghitung deposito, tabungan hari tua, simpanan pendidikan, dsb.

Simplenya, Future Value (FV) digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu, sedangkan Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang.

Konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.
1. DISCOUNT FACTOR : Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu.
2. COMPOUND FACTOR : Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu.

3. FUTURE VALUE : nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.
4.  PRESENT VALUE : nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan.
5. Annuity: suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu.

Adapun Rumus-rumus  Nilai waktu dari uang yang umumnya digunakan:

  1. Nilai Masa Depan

FV = Ko (1 + r)n

Keteragan :
FV = Future Value / Nilai Mendatang
Ko = Arus Kas Awal
r = pesentase Bunga
n = Tahun Ke-n atau periode nya

Contoh : Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat :
FV = 1.000.000 (1 + 0,1)1
FV = 1.100.000 rupiah

Jadi uang kita satu tahun kedepan menjadi 1.100.000 rupiah.

2. Rumus Nilai Sekarang

PV = Kn / (1 + r)n

Keterangan :
PV = Present Value / Nilai Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
r = pesentase Bunga
n = Tahun Ke-n atau periode nya

Contoh : Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1)1
PV = 1.000.000 rupiah

Tambahan :
1 / (1 + r)n yang disebut sebagai discount factor

Sumber :

fachrurrozyezy740.blogspot.com
ums.ac.id/staf/triyono/fm/Courses/MANAJEMEN%20KEUANGAN.doc

http://organisasi.org/konsep_dan_teori_nilai_waktu_uang_alias_duit_plus_rumus_dan_cara_menghitungnya_ekonomi_investasi

MANAJEMEN PRODUKSI

BAB 7

MANAJEMEN PRODUKSI

Perkembangan Manajemen Produksi 

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor :

  • Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi:

Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.

  • Revolusi Industri

Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa. Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.

  • Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer
    Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
    Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
    1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
    2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
    3. pelatihan pekerja dengan metode baru
    4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

 

 Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.

Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.

Dalam peningkatan produktivitas dijumpai 2 permasalahan penting, yaitu:
1. Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
2. Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan.

 Pengertian produksi

Produksi adalah:
– suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).
– kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang.
– kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan suatu barang atau jasa.
Jadi produksi adalah proses mengubah input atau faktor-faktor yang tersedia ( sumber daya ) menjadi output atau barang yang dibutuhkan atau diminta oleh pasar.

Proses Produksi

Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
1. Kelangsungan hidup

a. Produksi terus-menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin. proses ini menghasilkan produk yang standar(massal).

b. Produksi yang terputus-putus. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.

2. Teknik

a. Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu, perikanan, pertambangan.
b. Analitis : Proses memisahkan bahan-bahan seperti minyak mentah menjadi minyak bersih.
c. Proses Pengubahan: Proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
d. Proses Sintetis: Proses mencampur dengan unsur-unsur lain seperti bahan-bahan kimia

Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi

Pengambilan keputusan berdasarkan kondisi yang tersedia dibedakan menjadi:

1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti ( Certainly )
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko (risk)
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainly)
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Mutu/Kualitas
6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Ruang lingkup manajemen produksi.

1.      Perencanaan system produksi

2.      Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi

Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.

Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
1. Seleksi dan desain hasil produksi
2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4. rancangan tata letak dan arus kerja
5. Rancangan tugas
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
 Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
1. Proses Pengolahan
2. jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. pengendalian /pengawasan

Pemilihan Lokasi Pabrik
Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.
Tujuan Perencanaan Lokasi Pabrik
Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi & biaya distribusi barang yang dihasilkan & faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya operasi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :

  • Lingkungan masyarakat
  •  Kedekatan dengan pasar
  •  Tenaga kerja
  •  Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok
  •  Fasilitas dan biaya transportasi
  •  Sumberdaya alam lainnya
  •  Harga tanah
  •  Peraturan tenaga kerja
  •  Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing
  • Tingkat pajak

Tahap Pemlihan Lokasi Pabrik

  • Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
  • Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi pabrik.
  • Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.

sumber refrensi :

fachrurrozyezy740.blogspot.com
http://blogdeta.blogspot.com/2009/03/manajemen-produksi.htm

 

Akuntansi dan laporan keuangan

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Akuntansi adalah proses mengidentifikasi transakasi, mencatat, menggolongkan, mengiktisarkan, dan melaporkan hasil dari proses akuntansi (laporan keuangan) sehingga dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukan.

Fungsi akuntansi:

  1. Perencanaan: Untuk menyusun rencana kerja yang baik yang dipergunakan pada masa kegiatan yang akan datang.
  2. Pengendalian: Untuk mengendalikan dan menilai jalannya kerja perusahaan.
  3. Pertanggung Jawaban : Untuk melaporkan hasil dari kegiatan perusahaan kepada pemilik atau pihak eksteren dalam rangka penilaian atau mempertanggung jawabkan hasil kerja perusahaan.
  4. Untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam akuntansi:

  1. Manajer atau pemilik: Dalam rangka pengambilan keputusan, Penyusunan rencana dan kebijakan perusahaan, pengawasan kerja peusahaan, penilaian serta pertanggung jawabaan kinerja perusahaan.
  2. Investor: Dalam rangka memutuskan kelayakaan perusahaan untuk mendapat investasi dari investor, untuk penilaian perkembangaan perusahaan ke masa yang akan datang.
  3. Calon Investor: Memutuskan perusahaan mana yang akan dijadikan tempat berinvestasi sesuai dengan prospek dari masing-masing perusahaan.
  4. Kreditor dan calon kreditor: Memutuskan apakah perusahaan itu kredibel dalam persyaratan menerima pinjaman dari kreditor.
  5. Pemerintah: Dalam rangka penentuan besarnya pajak yang akan dikenakan atas perusahaan tersebut.
  6. Karyawan: untuk mengetahui prospek perusahaan di masa yang akan datang, karena akan berpengaruh pada kesejahteraan perusahaan.

Prinsip-prinsip akuntansi mengandalkan sistem pembukuan berpasangan sehingga menggunakan persamaan dasar akuntansi sebagai pedomannya.

HARTA = HUTANG + MODAL

Atau

HARTA = HUTANG + PENDAPATAN – BEBAN + SETORAN PEMILIK – PRIVE

Prinsip akuntansi diatur berdasarkan SAK (Standart akuntansi keuangan).

 

Laporan Keuangan ( Financial Satement ) adalah Hasil dari serangkaian proses akuntansi dari pengindentifikasian sampai pengiktisaran hingga menghasilkan laporan mengenai harta, hutang, modal juga hasil kerja perusahaan (Posisi keuangan perusahaan serta laba/rugi pada periode tertentu).

Laporan keuangan terdiri atas:

  1. Neraca (Ballance Sheet)
  2. Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement)
  3. Laporan Perubahan Modal atau Laporan Laba ditahan ( Capital statement atau Retained earning)
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow)
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes of financial statement)

Laporan Keuangan berisi Posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu dimana terdiri atas harta, hutang, modal. Selain  itu terdiri atas hasil kerja perusahaan yaitu laba atau rugi, pergerakan arus kas yaitu pengeluaran serta penerimaan kas dari operasinal perusahaan.

Laporan Neraca.

Neraca atau Ballance sheet adalah Bagian dari laporan keuangan yang disusun secara sistematis dimana terdiri atas unsur pembentuk yaitu AKTIVA dan PASSIVA aktiva yaitu harta, sedangkan Passiva yaitu kewajiban dan modal.

 

Bentuk-bentuk dari neraca adalah:

  1. Bentuk Akun / Skontro (Account Form): Mempunyai dua sisi kiri dan kanan. Sisi kiri melaporkan mengenai Aktiva / Assets, sedangkan sisi kanan menggambarkan mengenai Passiva atau kewajiban dan modal.
  2. Bentuk Laporan (Report Form): Disusun dari atas ke bawah jadi seperti laporan atau menulis surat yang bagian awalnya adakan harta lalu total kewajiban dengan modal.

Laporan Laba Rugi (Profit and  Loss statement) merupakan bagian dari laporan keuangan yang menggambarkan hasil dari kerja operasional perusahaan dalam periode tertentu. Dimana unsur pembentuknya adal pendapatan dan beban. Memiliki konsep sbb:

“Jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka perusahaan mengalami laba atau profit” sedangkan,

“Jika pendapatan lebih kecil dari pada beban maka perusahaan mengalami kerugiaan atau loss”

Bentuk-bentuk dari laporan laba rugi adalah:

  1. Bentuk Single step : Mempunyai sistem pembagian akun menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok beban dan kelompok pendapatan. Dimana selisih dari kedua kelompok tersebut adalah hasil dari kerj perusahaan pada periode tertentu.
  2. Bentuk Multiple step atau bertahap: Mempunyai sistem penyusunan sama seperti singgle step hanya saja setiap pendapatan dan beban dibedakan lagi menjadi yang operasional dan non operasional. Sehingga dapat diketahui laba atau rugi opersional perusaan dan laba atau rugi keseluruhan ( setelah diperhitungkan yang non operasional juga).

Tujuan dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan perusahaan agar dapat membantu pengambilan keputusan, pembuatan kebijakan serta rencana yang baru. Selain itu dapat digunakan untuk mengetahui besar kecilnya kinerja perusahaan tersebut pada periode tertentu.

Sekian Artikel kali ini diharapkan agar berguna dan apabila ada kesalahan mohon diberitahukan untuk revisi ulang. Thanks for visit and Enjoy Reading _ Mademoiselle9201

Sumber : Pendidikan sekolah dan kuliah

Buku akuntansi 1A untuk SMK yudistira Drs. Toto Sucipto, dkk.

RUANG LINGKUP BISNIS

Pengertian Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau pembisnis lain, dengan tujuan memperoleh laba. Bisnis berasal dari bahasa Inggris business, yaitu busy yang berarti “sibuk”. Sibuk disini adalah sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam perekonomian kapitalis, bisnis secara garis besar dikuasai oleh pihak swasta, yang mana tujuan pokoknya adalah meningkatkan laba perusahaan atau mengutamakan keuntugan pemilik. Lain halnya dengan lembaga social yang tujuan pokoknya untuk mensejahterakan rakyat walaupun secara sedikit mencaari keuntungan juga atas kegiatan badan usaha. Biasanya lembaga social didirikan oleh para donator atau pemerintah.

Berdasarkan beberapa informasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bisnis merupakan kondisi saat seseorang ataupun sekelompok orang yang sibuk melakukan pekerjaan yang member keuntungan bagi pihaknya mereka.

Tujuan Kebijakan Bisnis
Dalam penjalanan bisnis diperlukan adanya kebijakan yaitu, Prosedur yang harus dijalankan agar kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan dan mencapai target dari dilakukannya bisnis terkait. Dalam penyusunan kebijakan akan melibatkan beberapa pihak terkait dan mengakibatkan efek kepada seluruh anggota bisnis. Pemerintah dan pimpinan kelompok ataupun seseorang dalam bisnis individu merupakan pihak utama yang terkait dalam hal penentuan kebijakan bisnis.

Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar

Negara kita Republik Indonesia menerapkan Sistem perekonomian pancasila yang artinya mengunakan system ekonomi campuran yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila. Pada perekonomian ini pemerintah menjalankan tugasnya sebagai pengawas dan pengatur jalannya perekonomiaan agar tidak terjadi sabotase yang dilakukan pelaku ekonomi. Tujuannya agar perekonomiaan lebih sehat, jujur dan transparan.
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Pada Perekonomian terencana (planned economies) pemerintah berkuasa untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan,

Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme Sebagai wujud pemikiran Karl Max, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh dan masyarakat. Sistem ini diterapkan oleh China.

Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada Kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana.

Kesempatan Bisnis

Saat ini bisnis yang berpeluang adalah Frachise karena dengan modal sedikit sajaseseorang dapat memulai sebuah bisnis baru, dan bisnis yang dikembangkan tentunya sudah memiliki cabang dan sudah jadi, karena segalanya telah dipersiapkan Franchisor. Sehingga usaha yang merupakan kerja sama antara pekerja dan penyedia usaha (Waralaba) menjadi incaran orang-orang yang sudah bosan menjadi karyawan…

Unsur-unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
1.Variabel endogenus

 2.Variabel eksogenus

Hakikat Bisnis

1. bahwa dalam bisnis itu ada pertukaran produk dan uang, singkat kata terjadi jual beli. Jadi sebuah bisnis, dikatakan real sebuah bisnis.

2. bahwa bisnis sesungguhnya adalah membantu memberikan nilai tambah dan nilai manfaat yang kita miliki untuk menolong orang lain memecahkan persoalan yang dihadapinya.

Sekian Artikel ini ditulis. Penulis berharap agar dapat diberi kritik dan saran. Apabila ingin mengcopy data harap sertakan link dari blog ini. Thanks and enjoy reading…

Sumber:

http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/10/ruang-lingkup-bisnis.html

PERUSAHAAN DENGAN RUANG LINGKUPNYA

 Pada kesempatan kali ini penulis akan menuis artikel mengenai perusahaan dengan ruang lingkupnya. Penulisan artikel ini ditujukan guna memenuhi tugas dari dosen mata kuliah pengantar bisnis, selain itu penulis berharap bahwa artikel yang di post pada blog ini akan berguna bagi semua pihak yang membutuhkan informasi terkait.

Agar lebih paham mengenai hal ini ada baiknya jika pembaca mengetahui terlebih dahulu pengertian dari perusahaan. Perusahaan adalah bentuk lembaga organisasi formal yang didirikan oleh seseorang ataupun perkumpulan orang-orang yang menyetorkan modal baik berupa dana maupun tenaga guna menjalankan kegiatan operasional perusahaan yaitu mengolah sumber daya yang tersedia agar menjadi kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat, dimana motivasi utama perusahaan untuk mendapatkan laba.

Masing-masing perusahaan yang didirikkan memiliki tujuan atau target yang berbeda-beda. Untuk menentukan seberapa jauh keberhasilan  pencapaian target perusahaan perusahaan  membuat tujuan untuk jangka panjang. Adapun tujuan perusahaan didirikan secara jangka panjang adalah :

  • Agar meraih keberhasilan atas usaha yang dikembangkan
  • Mengatur dan membentuk kerja sama dengan perusahaan lain
  • Agar dapat bergabung dengan perusahaan yang lain
  • Membangun relasi dan mengajak orang yang mempunyai keahlian untuk bekerja sama dengan perusahaan

Dalam memdirikan perusahaan diperlukan adanya penentuan visi dan misi dari perusahaan. Visi merupakan konsep tentang masa depan yang harus diwujudkan oleh perusahaan , sedangkan misi adalah tindakan yang hurus dilakukan agar mencapai  visi tersebut. Adapun fungsi dari didirikannya perusahaan dapat dilihat dari 2 sisi secara umum yaitu,

  1. Dari sisi Konsumen : Perusahaan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan baik jasa maupun barang sesuai dengan kebutuhan dari konsumen.
  2. Dari sisi Pengusaha : Perusahaan berfungsi sebagai mesin pencetak uang yang diperoleh dari kegiatan operasional perusahaan.

Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

Lokasi Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan. Contoh bentuk lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang.

 

Dalam penentuaan lokasi lingkungan yang dipilih untuk medirikan perusahaan ada beberapa aspek yang menjadi bahan pertimbangan yaitu: Target konsumen dan Kegiatan operasional yan dilakukan perusahaan.

Misalnya saya umpamakan, Pemodal akan membuka usaha Warnet dan Foto copy maka harus menentukan terlebih dulu konsumen seperti apa yang menjadi target dari perusahaan. Jika ingin membuka foto copy dan warnet sebaiknya dibuka di dekan instansi pendidikan seperti sekolahan dan kampus karena usaha akan lebih lancer dari pada dibuka di daerah perumahan. Itu adalah contoh dari penentuan lokasi berdasarkan target konsumen. Sedangkan contoh untuk penentuan lokasi berdasarkan kegiatan operasional perusahaan adalah Pembukaan pabrik kosmetik atau tekstil lebih baik memilih lokasi yang jaraknya jauh daari pemukiman penduduk karena tidak akan mengganggu kenyamanan penduduk akibat kegiatan perusahaan.

Jika dirincikan Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan Lokasi perusahaan adalah:

– Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
– Letak dari pasar konsumen
– Ketersediaan tenaga kerja
– Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
– Ketersediaan energy

Jenis-Jenis Lokasi Perusahaan

*Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah : Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.

*Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah : Lokasi perusahaan yang dipilih memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.

*Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam : Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.

*Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi : Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.

Sekian Artikel ini ditulis. Penulis berharap agar dapat diberi kritik dan saran. Apabila ingin mengcopy data harap sertakan link dari blog ini. Thanks and enjoy reading…